Cara hidup masyarakat Bali berpusat pada beragam perayaan dan upacara yang berlangsung sepanjang tahun. Beberapa perayaan dirayakan di seluruh pulau, seperti Nyepi, sementara yang lain unik untuk wilayah tertentu, misalnya Nyepi Laut di Pulau Nusa Penida.
Mengapa tidak merencanakan perjalanan Anda ke Bali agar bertepatan dengan salah satu acara istimewa ini? Itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan wawasan tentang budaya Bali yang begitu semarak. Dan masyarakat Nusa Penida akan dengan senang hati menyambut Anda.
Dua Kalender di Bali
Upacara, perayaan, dan acara mengikuti dua sistem kalender berbeda yang digunakan di Bali:
- Kalender Pawukon, dengan satu tahun yang hanya terdiri dari 210 hari.
- Kalender Saka, yang berasal dari sistem India. Setiap bulan dimulai dengan bulan baru, yang biasanya menjadi momen untuk upacara besar.
Perayaan Utama di Bali
Perayaan Odalan
Odalan adalah perayaan kedatangan para dewa di setiap pura. Upacara ini diadakan setiap 210 hari sejak berdirinya pura (sekali dalam satu tahun Pawukon). Karena itu, setiap pura memiliki tanggal Odalan yang berbeda.
Beberapa upacara Odalan berlangsung hanya 1 hingga 3 hari, sementara yang lain dapat bertahan hingga satu bulan. Setelah upacara keagamaan utama berakhir, Odalan kemudian menjadi acara sosial untuk berkumpul dan bertemu dengan tetangga.
Perayaan Galungan & Kuningan
Galungan merayakan penciptaan alam semesta serta kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Perayaan ini selalu jatuh pada hari Rabu.
- Senin: dimulai persiapan dengan membuat kue untuk sesajen.
- Selasa (Penampahan Galungan): para pria menyiapkan hidangan meriah (biasanya dengan menyembelih babi untuk dibuat sate dan lawar), sementara para wanita menyiapkan persembahan.
- Setiap rumah memasang Penjor, yaitu bambu tinggi yang dihiasi dengan janur dan sesajen berwarna-warni, sehari sebelum Galungan.
Perayaan Galungan berlangsung selama 10 hari dan berakhir dengan Kuningan, yang menandai pemurnian serta kembalinya roh leluhur ke alamnya.
π Tanggal Galungan & Kuningan di Bali 2025:
- 19 Oktober 2025 (Galungan)
- 29 November 2025 (Kuningan)
Saraswati
Saraswati adalah perayaan untuk menghormati Dewi Pengetahuan. Anak-anak terutama merayakannya dengan berdoa dan membawa persembahan ke pura sekolah mereka. Orang Bali juga memberikan penghormatan kepada dewi ini serta kepada buku-buku dengan memercikkan air suci.
π Tanggal Saraswati di Bali 2025: 6 Oktober 2025
Pagerwesi
Pagerwesi adalah festival untuk memperkuat spiritualitas dan membangun perlindungan diri terhadap kejahatan.
- Pager berarti pagar,
- Wesi berarti besi.
Dengan demikian, Pagerwesi berarti bahwa setiap orang harus melindungi dirinya dengan benteng kuat melawan kekuatan jahat. Pada hari ini, orang Bali memberikan persembahan di pura keluarga maupun pura umum untuk perlindungan dari unsur negatif.
π Tanggal Pagerwesi di Bali 2025: 10 Juni 2025
Perayaan Tumpek
Setiap 35 hari, umat Hindu Bali mengadakan upacara Tumpek untuk memberikan penghormatan terhadap benda atau makhluk berharga dalam kehidupan:
- Tumpek Krulut β instrumen musik, topeng, dan pakaian upacara. π 7 Juni 2025
- Tumpek Kandang β hewan peliharaan, terutama sapi. π 12 Juli 2025
- Tumpek Landep β benda berbahan logam seperti mobil, motor, televisi, pisau, dan keris. π 18 Januari 2025 & 16 Agustus 2025
- Tumpek Uduh β pohon dan tumbuhan. π 25 Oktober 2025
Kajeng Kliwon
Pada hari Kajeng Kliwon, umat Hindu Bali melakukan pemurnian diri untuk menerima kekuatan spiritual. Hari ini juga dianggap penting untuk Pamusapuh Bhuta, yaitu upacara di mana roh dipanggil masuk ke benda-benda sakral seperti barong, rangda, topeng, amulet, keris, dan lainnya agar memiliki kekuatan spiritual.
- Kajeng Kliwon Uwudan β menetralkan energi negatif.
- Kajeng Kliwon Enyitan β meningkatkan energi positif.
Kedua ritual ini didasarkan pada ketulusan dan kejujuran.
Perayaan Nyepi
Nyepi adalah Tahun Baru Bali berdasarkan kalender Saka, yang biasanya jatuh pada bulan Maret atau April sesuai kalender Bali.
Hari ini merupakan hari keheningan dan meditasi untuk memusatkan diri serta membersihkan pikiran dari emosi negatif. Keheningan dipercaya dapat meyakinkan roh jahat bahwa pulau ini kosong, sehingga mereka tidak akan kembali mengganggu penduduknya.
Apa yang Terjadi Selama Nyepi di Bali?
- Seluruh pulau Bali benar-benar terhenti: masyarakat tidak diperbolehkan keluar dari rumah, hotel, atau vila.
- Semua bisnis ditutup, tidak ada lampu, musik, maupun kebisingan yang diperbolehkan.
- Bahkan bandara internasional ditutup selama satu hari penuh.
- Namun, layanan publik penting seperti rumah sakit dan pemadam kebakaran tetap beroperasi untuk keadaan darurat.
Pecalang, petugas keamanan adat Bali, berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan kedamaian dan ketenangan Nyepi tetap terjaga. Pada hari ini tidak ada polusi cahaya maupun suara, sehingga kondisi sangat ideal untuk meditasi atau bahkan menatap bintang. Namun, Anda harus memastikan memesan hotel atau resor yang menyediakan makanan dan minuman, karena semua toko dan restoran tutup.
Melasti dan Tawur Kesanga
Nyepi didahului dengan upacara besar:
Tawur Kesanga (hari sebelum Nyepi): diadakan di perempatan jalan utama dengan sesajen besar serta pawai Ogoh-Ogoh, untuk mengusir roh jahat dari pulau.
Melasti: upacara penyucian di laut atau sumber mata air, di mana masyarakat Bali memurnikan tubuh serta benda-benda sakral.
Parade Ogoh-Ogoh
Apa itu Festival Ogoh-Ogoh?
Sehari sebelum Nyepi, yang dikenal sebagai Hari Ngrupuk, masyarakat Bali turun ke jalan untuk membuat kebisingan dengan tujuan mengusir roh jahat. Turis dapat menikmati prosesi ini, di mana orang-orang Bali membawa ogoh-ogoh, yaitu boneka raksasa buatan tangan yang menggambarkan roh jahat atau tokoh mitologi, sambil menari dan berkeliling desa. Prosesi ini biasanya diiringi cymbal, gamelan, dan petasan, yang menandai pengusiran roh jahat.
Lakukan dan Jangan Lakukan Selama Nyepi di Bali
Untuk menghormati budaya dan tradisi Nyepi, pengunjung maupun penduduk dianjurkan mengikuti aturan berikut:
β Yang Harus Dilakukan (DO)
- Hormati adat dan tradisi Nyepi, yang merupakan hari suci bagi masyarakat Bali.
- Tetap berada di dalam akomodasi atau vila Anda, gunakan waktu ini untuk refleksi diri, meditasi, atau relaksasi.
- Jika hotel tidak menyediakan makanan, siapkan stok makanan dan minuman sehari sebelumnya.
- Tarik uang tunai lebih awal, karena banyak ATM tidak berfungsi pada hari sebelum Nyepi.
- Pesan akomodasi jauh-jauh hari, karena banyak hotel dan vila penuh selama periode Nyepi.
- Pada hari-hari menjelang Nyepi, beberapa jalan bisa ditutup untuk upacara. Bersikaplah sabar dan cari rute alternatif bila diperlukan.
- Matikan atau minimalkan penggunaan lampu dan perangkat elektronik, terutama yang terlihat dari luar, untuk menghormati suasana hening.
β Yang Tidak Boleh Dilakukan (DO NOT)
- Melanggar aturan dengan keluar dari akomodasi/vila, membuat kebisingan, atau menggunakan transportasi.
- Mengambil foto atau video selama Nyepi, karena dianggap tidak pantas dan mengganggu.
- Melakukan aktivitas yang mengganggu kedamaian, seperti merokok di luar, minum alkohol, atau berpesta.
- Mengabaikan tradisi Nyepi atau memperlakukannya hanya sebagai hari libur biasa.
β¨ Nyepi adalah kesempatan langka untuk terhubung dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan masyarakat Bali dalam suasana yang benar-benar hening dan bermakna.
Nyepi di Nusa Penida
Karena Hari Keheningan Nyepi berawal dari Nusa Penida, penduduk setempat masih mengikuti tradisi lama. Listrik dimatikan mulai pukul 06.00 pagi tanggal 29 Maret 2026 hingga pukul 06.00 pagi tanggal 30 Maret 2026. Tidak ada perahu dari atau ke Nusa Penida pada sore hari tanggal 10. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat membaca tentang sejarah Nyepi.
Bagi wisatawan, hal ini berarti bahwa di seluruh Nusa Penida:
- Semua aktivitas akan berhenti total (toko, transportasi, restoran, dll).
- Tidak ada listrik dan tidak ada internet.
- Tidak ada api yang diperbolehkan.
- Tidak diperbolehkan keluar rumah atau akomodasi ke jalan-jalan.
Karena itu, sebaiknya Anda:
- Menikmati langit malam tanpa polusi cahaya dengan melihat bintang.
- Menggunakan waktu ini untuk bermeditasi dan menenangkan diri.
- Mempersiapkan diri sehari sebelumnya dengan menyimpan air dan makanan, atau memilih hotel/resor yang menyediakan makanan dan minuman, sebaiknya yang memiliki kolam renang.
π Tanggal Nyepi di Bali 2025β2027:
- 29 Maret 2025
- 19 Maret 2026
- 9 Maret 2027
Nyepi Segara di Nusa Penida
Versi maritim dari Nyepi dikenal sebagai Nyepi Segara (atau Nyepi Laut), dan hanya dipraktikkan di tiga pulau Nusa Penida (Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan). Pada hari ini:
- Tidak ada aktivitas laut sama sekali.
- Tidak ada perahu dari/ke pulau-pulau maupun antar-pulau.
- Tidak ada aktivitas snorkeling, menyelam, berenang, atau bahkan berjalan-jalan di pantai.
Tujuan dari hari ini adalah menghormati dan memuliakan Dewa Baruna, penguasa laut. Tradisi ini dimulai pada abad ke-17, pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong di Klungkung. Ritual biasanya berupa meditasi dan kontemplasi hening tentang pentingnya menjaga kelestarian laut. Pada hari ini, sangat dianjurkan untuk berpakaian sopan: mengenakan sarung untuk menutupi kaki dan kemeja/blus sederhana untuk menutupi bahu.
π Tanggal Nyepi Segara 2025 di Nusa Penida: 7 Oktober 2025 (saat bulan purnama keempat kalender Bali).
π’ PENGUMUMAN : Nyepi Segara β Nusa Penida 2025
Dalam rangka Karya Ngusaba Alit Jagat Nusa Penida yang akan dilaksanakan pada Purnama Kapat, Senin 6 Oktober 2025 di Kahyangan Jagat Pura Penataran Ped, akan dihaturkan Banten Pakelem ke hadapan Ida Sang Hyang Kala Sunya sebagai permohonan Tirtha Amerta dari dasar samudra.
Agar prosesi ini berjalan dengan khidmat, laut harus dalam keadaan tenang, tanpa ada aktivitas manusia.
Maka dengan ini diumumkan bahwa akan dilaksanakan:
Nyepi Segara
π
Selasa, 7 Oktober 2025 β pukul 06.00 WITA
hingga
π
Rabu, 8 Oktober 2025 β pukul 06.00 WITA
Selama waktu tersebut, tidak diperkenankan melakukan aktivitas apapun di laut di wilayah Kecamatan Nusa Penida.
Demikian disampaikan agar dapat dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
π Om Shanti Shanti Shanti Om π
Ngaben
Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah khas Bali, sebuah ritual Hindu sakral untuk menghormati dan membimbing jiwa orang yang meninggal menuju kehidupan berikutnya. Upacara ini sangat meriah sekaligus penuh makna, mencerminkan keyakinan orang Bali terhadap reinkarnasi dan siklus kehidupan.
Rangkaian ritual meliputi doa, persembahan, serta pembangunan menara kremasi (bade) atau wadah berbentuk lembu (lembu) yang digunakan untuk prosesi pembakaran.
Anggota keluarga, berpakaian di ceremonial attire, menemani prosesi ke situs kremasi, di mana imam melakukan berkat sebelum tubuh diatur. Tidak seperti mourning bea cukai dalam banyak budaya, Ngaben adalah kesempatan yang cermat, karena dipandang sebagai membebaskan jiwa dari kelekatan bumi, memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya. Para nenek upacara bervariasi tergantung pada status keluarga, dengan keluarga kerajaan dan mulia sering hosting prosesi besar, rumit. Namun, dalam beberapa kasus, upacara Ngaben komunis diadakan untuk mengakomodasi keluarga yang tidak mampu memberikan kremasi individu.
Hari Kemerdekaan Indonesia
Pada 17 Agustus, masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dengan mengadakan upacara bendera di sekolah-sekolah dan kantor-kantor. Jangan lewatkan untuk menghadiri berbagai perlombaan sore hari yang diselenggarakan di banyak desa dan kota! Di mana pun Anda berada di Bali, Anda akan melihat bendera Merah Putih berkibar di mana-mana.
π Hari Kemerdekaan: 17 Agustus
Hari Libur Nasional Indonesia 2025
Daftar hari libur nasional di Indonesia tahun 2025 adalah sebagai berikut:
- 1 Januari 2025 (Rabu) β Tahun Baru Masehi
- 27 Januari 2025 (Senin) β Isra Miβraj Nabi Muhammad SAW
- 29 Januari 2025 (Rabu) β Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
- 29 Maret 2025 (Sabtu) β Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
- 31 Maret β 1 April 2025 (SeninβSelasa) β Idulfitri 1446 H
- 18 April 2025 (Jumat) β Wafat Isa Almasih
- 20 April 2025 (Minggu) β Kebangkitan Isa Almasih (Paskah)
- 1 Mei 2025 (Kamis) β Hari Buruh Internasional
- 12 Mei 2025 (Senin) β Hari Raya Waisak 2569 BE
- 29 Mei 2025 (Kamis) β Kenaikan Isa Almasih
- 1 Juni 2025 (Minggu) β Hari Lahir Pancasila
- 6 Juni 2025 (Jumat) β Iduladha 1446 H
- 27 Juni 2025 (Jumat) β Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H
- 17 Agustus 2025 (Minggu) β Hari Proklamasi Kemerdekaan RI
- 5 September 2025 (Jumat) β Maulid Nabi Muhammad SAW
- 25 Desember 2025 (Kamis) β Hari Raya Natal
Cuti Bersama (Collective Leave)
Cuti Bersama adalah hari libur bersama yang berfungsi untuk menjembatani hari kerja dengan hari libur nasional, misalnya ketika hari libur jatuh pada akhir pekan.
Khusus untuk Idulfitri, para pekerja dapat menikmati cuti bersama selama satu minggu agar dapat pulang kampung (mudik) dan merayakan bersama keluarga.
- Cuti Bersama dipotong dari jatah cuti tahunan karyawan, berbeda dengan hari libur nasional yang ditambahkan.
- Perusahaan swasta tidak wajib menerapkan Cuti Bersama, tetapi banyak perusahaan besar yang tetap mengikutinya.
- Jumlah Cuti Bersama bisa berubah setiap tahun, sesuai kebijakan pemerintah.
π Daftar Cuti Bersama 2025:
26 Desember 2025 (Jumat) β Hari Raya Natal
28 Januari 2025 (Selasa) β Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
28 Maret 2025 (Jumat) β Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
2, 3, 4, dan 7 April 2025 (Rabu, Kamis, Jumat, Senin) β Idulfitri 1446 H
13 Mei 2025 (Selasa) β Hari Raya Waisak 2569 BE
30 Mei 2025 (Jumat) β Kenaikan Isa Almasih
9 Juni 2025 (Senin) β Iduladha 1446 H