
Nama saya Blaise Jaeger. Saya orang Prancis, tinggal di Bali sejak 2020, dan di nusapenida.org saya berbagi panduan tentang Nusa Penida, Bali, Indonesia, dan menyelam — ditulis langsung dari pulau ini, bukan dari meja kerja di belahan dunia lain.
Saya pertama kali mendengar tentang Nusa Penida pada Maret 2015 saat berada di Bali, dan pertama kali mengunjunginya pada Juni 2015. Saat itu pulau ini sangat berbeda dari sekarang: hanya ada satu perusahaan fast boat, hotelnya sangat sedikit, dan wisatawan masih jarang. Pulau ini masih liar, dengan jalan yang sulit, sedikit infrastruktur, dan hampir tidak ada informasi bagi wisatawan — namun tebing, pantai yang masih alami, dan suasananya yang unik langsung memikat saya.
Selama bertahun-tahun saya kembali ke Nusa Penida lebih dari tiga puluh kali, perlahan menjelajahi berbagai wilayah, desa, pantai, dan titik selamnya, sambil menyaksikan pesatnya perkembangan pariwisata di pulau ini.
Awal mula saya di Nusa Penida dan Bali
Pada Agustus 2020 saya pindah ke Indonesia untuk mengawasi pembukaan hotel Adiwana Warnakali di Nusa Penida, yang diresmikan pada September 2020. Selama delapan bulan pertama saya tinggal langsung di hotel, di kamar 401, mengikuti operasional setiap hari, berbincang dengan tamu, dan bekerja bersama tim. Periode itu mengajarkan saya banyak hal tentang apa yang benar-benar dibutuhkan wisatawan dan tentang tantangan nyata dalam merencanakan perjalanan ke Nusa Penida.
Pada April 2021 saya pindah ke Seminyak, Bali, tempat saya tinggal hingga kini. Saya tetap sangat sering kembali ke Nusa Penida — sering kali setiap minggu — baik untuk menyelam maupun menjelajahi pulau, menemukan hotel, restoran, dan rute baru, serta menjaga agar panduan di situs ini setepat dan seterbaru mungkin.
Pengalaman saya di Nusa Penida
Selama lebih dari sepuluh tahun saya menyaksikan Nusa Penida berubah dari pulau yang nyaris tak dikenal menjadi salah satu destinasi paling populer di Indonesia. Karena begitu sering berada di pulau ini, saya dapat berbagi informasi yang konkret dan realistis tentang:
- jadwal kapal antara Bali dan Nusa Penida,
- area terbaik untuk menginap,
- waktu tempuh yang sebenarnya,
- pantai dan titik pandang,
- tur dan ekskursi,
- hotel,
- restoran,
- itinerary,
- menyelam,
- serta kesalahan yang paling sering dilakukan wisatawan.
Tujuan saya terutama adalah menyediakan panduan yang jujur, mendetail, dan diperbarui secara berkala, berdasarkan pengetahuan nyata di lapangan dan banyaknya kunjungan ke Nusa Penida selama bertahun-tahun.
Kecintaan saya pada selam
Menyelam telah menempati posisi penting dalam hidup saya selama bertahun-tahun. Setelah mulai menyelam pada tahun 1980-an, saya benar-benar mengembangkan minat ini sejak 2011 dengan sertifikasi PADI saya di Seychelles.
Pada 2017 saya membuka pusat selam Warnakali di Nusa Penida, yang kini menjadi Dune Penida. Hal itu memungkinkan saya menjelajahi dunia bawah laut pulau ini jauh lebih dalam, termasuk titik-titik selam terkenal di Nusa Penida seperti Crystal Bay, Manta Point, atau Gamat Bay. Saya menjadi PADI Master Scuba Diver sejak 2018 dan kini telah mencatat lebih dari 700 penyelaman di seluruh dunia.
Destinasi selam favorit saya
Beberapa kenangan bawah laut terindah saya adalah perjumpaan dengan pari manta dan mola mola di Nusa Penida, serta penyelaman luar biasa di Raja Ampat, Komodo, atau Maladewa. Yang paling berkesan tetaplah perjumpaan luar biasa dengan empat belas mola mola dalam satu kali penyelaman di Gamat Bay — pengalaman yang sangat langka dan mungkin kenangan menyelam terindah dalam hidup saya.

Latar belakang profesional saya
Sebagai insinyur lulusan École polytechnique dan ISAE-SUPAERO, saya bekerja lebih dari 30 tahun di sektor dirgantara dan bisnis internasional. Karier itu membuat saya sering bepergian ke Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika jauh sebelum menetap di Bali. Banyaknya perjalanan internasional itu masih memengaruhi cara saya bepergian dan menulis panduan hingga kini: informasi konkret, itinerary realistis, dan saran praktis berdasarkan pengalaman langsung di lapangan.
Mengapa saya membuat panduan Nusa Penida ini
Ketika saya mulai bepergian ke Nusa Penida, sulit menemukan informasi yang tepercaya dan benar-benar berguna. Banyak panduan terlalu umum atau tidak mencerminkan kenyataan di lapangan: waktu tempuh yang diremehkan, informasi feri yang tidak lengkap, saran yang meragukan tentang tempat menginap, kondisi jalan, atau pengaturan ekskursi.
Seiring waktu, hubungan saya dengan Nusa Penida juga menjadi lebih personal dan profesional, dengan didirikannya beberapa usaha di pulau ini: pusat selam Dune Penida, bar-restoran Amok Sunset, dan hotel Adiwana Warnakali. Demi transparansi penuh: ketika saya menyebut tempat-tempat ini, itu karena saya benar-benar mengelolanya — bukan sebagai iklan berbayar.
Maka saya membuat panduan ini dengan satu tujuan sederhana: menyediakan konten yang mendetail, jujur, dan diperbarui secara berkala untuk membantu wisatawan mempersiapkan perjalanan dalam kondisi terbaik.
Metode dan etika editorial saya
Semua konten di situs ini didasarkan pada pengalaman pribadi yang nyata. Saya hanya menerbitkan panduan tentang tempat yang benar-benar saya kunjungi sendiri, dengan informasi yang diperiksa dan diperbarui secara berkala. Sebagian besar foto adalah milik saya sendiri, diambil selama kunjungan saya ke Nusa Penida. Tujuan saya adalah menyediakan informasi yang tepercaya, konkret, dan berguna untuk membantu wisatawan menjelajahi Nusa Penida dalam kondisi terbaik.
Selain Nusa Penida, saya berbagi panduan tentang Bali, Indonesia, menyelam, Yunani, dan Paris di situs perjalanan saya My Best Places to Visit.
Ikuti dan hubungi saya
Anda dapat mengikuti perjalanan, panduan baru, dan penemuan saya di Indonesia melalui media sosial yang terhubung dengan situs ini: Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Untuk pertanyaan apa pun tentang Nusa Penida, Bali, menyelam, atau perencanaan perjalanan ke Indonesia, Anda juga dapat menghubungi saya melalui halaman kontak situs ini. Perjalanan saya tidak selalu memungkinkan saya membalas dengan segera, tetapi saya berusaha sebaik mungkin membantu wisatawan melalui panduan dan pengalaman pribadi saya.